Persiapan mengatasai lapar
ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Pengalaman ini sudah sejak
beberapa tahun terakhir saya amalkan di lingkungan keluarga kami.
Lapar, adalah suatu hal yang biasa bagi
kita yang namanya manusia. Apalagi ketika kita sedang menjalankan
ibadah puasa. Namun, rasa lapar yang mendera pada setiap orang
sangatlah berbeda. Maksudnya, rasa lapar antara orang yang satu dengan
yang lainnya berbeda tingkat rasa laparnya. Ada yang beberapa jam
setelah kenyang setelah makan, kemudian tidak berapa lama rasa lapar
menyerang kembali setelah dua atau tiga jam kemudian.
Berkaitan dengan ibadah puasa kali ini,
sudah pasti kita akan menahan lapar selama 12 jam satu hari penuh
tanpa makan, minum, dan juga tanpa melakukan aktifitas yang berkaitan
dengan hal-hal yang dapat membatalkan puasa sesuai dengan syarat dan
rukun syah puasa itu sendiri.
Bagaimana cara mengatasi lapar yang demikian?
Melalui tulisan ini saya akan berbagi
sedikit pengalaman dalam mengatasi lapar yang tidak menentu tersebut.
Sesuai dengan pengalaman yang sudah saya rasakan beberapa tahun
terakhir selama menjalankan ibadah puasa. Adapun kiat yang sederhana
dan sangat membantu adalah dengan mengkonsumsi obat cacing keluarga dosis sekali minum yang
bisa di beli di apotek-apotek yang terdekat. Adapun jenis obat cacing
yang dikonsumsi sebaiknya adalah jenis obat cacing keluarga yang hanya
dikonsumsi 4 kali dalam satu tahun. Obat ini hanya sebagai pentralisir
bakteri-bakteri dan parasit yang terdapat dalam lambung yang merugikan
bagi tubuh manusia terutama gizi dan nutrisi makanan yang dihasilkan
dari makanan yang kita makan sehari-hari. Karena gizi dan nutrisi yang
dihasilkan dan dikonsumsi oleh tubuh terganggu oleh bakteri dan parasit
tadi yang menggerotinya, maka asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan
oleh tubuh menjadi sangat berkurang. Sehingga menyebabkan gangguan pada
ketahanan tubuh dan cepat lapar. Indikasinya dapat dilihat dari bentuk
wajah yang pucat dan cepat merasa lapar.
Cara mengatasinya dengan meminimalkan
gangguan-gangguan yang ada pada lambung dengan mengkonsumsi obat cacing
keluarga. Kalau saya biasanya mengkonsumsi obat cacing keluarga yang
bermerek “Comb**trin” Pirantel Pamoat dengan dosis 250
Mg. Bentuknya terdiri dari dua buah bentuk tablet, dan dapat dibeli di
apotek-apotek terdekat. Obat ini hanya berfungsi seperti halnya obat
cacing biasa untuk membasmi bakteri dan parasit yang terdapat di dalam
lambung pencernaan kita.
Dengan memakan obat cacing keluarga
yang seperti ini, maka gizi dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat
bertahan lama dan diperuntukkan khusus dikonsumsi oleh tubuh kita
karena berkurangnya bakteri dan parasit yang ikut menggerogoti asupan
gizi dan nutrisi ke dalam tubuh.
Dengan berkurangnya bakteri dan parasit
yang menggerogoti makanan yang menghasilkan gizi dan nutrisi, maka
jumlah gizi dan nutrisi yang di asup oleh tubuh sepenuhnya masuk dan di
asup untuk kepentingan dan ketahanan tubuh kita. Sehingga hal ini akan
berfungsi sebagaimana yang seharusnya, karena tidak bocor (terbagi)
oleh penyebab-penyebab yang kita bicarakan di atas.
Pada dasarnya semua manusia yang
sehatpun memiliki bakteri dan parasit yang terdapat di dalam lambung
sebagai parasit yang ikut serta menggerogoti gizi dan nutrisi yang kita
konsumsi dari hasil nutrisi yang kita makan dan minum setiap harinya.
Manfaatnya selain mengatasi rasa lapar.
Disamping mengatasi lapar dan membuat
tubuh kita lebih sehat, ada manfaat samping yang sangat layak untuk
diperhatikan. Yaitu dapat menghilangkan bau nafas yang tidak enak dari
mulut. Karena lambung bersih dari bakteri dan parasit yang merugikan
tadi. Mulut kita akan terhindar dari bau yang tidak sedap. Nafas akan
terasa lebih segar. Tubuh kita juga akan terasa lebih kuat dan sehat.
Ketika kita sedang menjalankan ibadah
puasa, otomatis jumlah gizi dan nutrisi yang kita konsumsi di siang
hari jumlahnya akan terbatas. Jumlah yang terbatas tadi apabila ada
gangguan yang ikut menggerogoti gizi dan nutrisi yang terdapat dalam
lambung kita, maka hal inilah yang menyebabkan rasa lapar yang
datangnya terlalu cepat. Karena amunisi gizinya terbagi dan
diperebutkan oleh bakteri, parasit, dan oleh tubuh kita sendiri.
Menurut pengalaman saya yang sudah lama
memakai teori ini, khasiatnya sangat berpengaruh terhadap ketahanan
tubuh (lapar) saat menjalankan ibadah puasa.
Demikianlah tips yang sederhana ini
saya tuliskan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita yang sedang
menjalankan ibadah puasa. Salam dan selamat mencoba.
Komentar
Posting Komentar